Nama saya Erni Steffi. saya berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Saya adalah lulusan SMA Katolik Santu Petrus, Pontianak. Alasan utama saya masuk jurusan ITP adalah kecintaan saya pada pelajaran Kimia saat duduk di bangku SMA, dan kesadaran akan kelemahan saya pada mata pelajaran Fisika.

Saya diperkenalkan pada pelajaran Kimia sejak duduk di kelas X (Kelas 1 SMA). Sebenarnya, saya telah mengenal kimia sejak SD, akan tetapi, di bangku SD, pelajaran kimia masih bercampur dengan fisika dan biologi dan secara umum diperkenalkan sebagai mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Pertama kali saya belajar kimia di kelas X, saya merasa kimia adalah pelajaran yang sulit dimengerti. Saat masih di kelas X, saya belum memiliki minat di bidang kimia.

Minat saya di bidang kimia terbentuk saat saya duduk di kelas XI (kelas 2 SMA). Saat itu, ada teman saya yang mengikuti olimpiade kimia hingga tingkat nasional dan memperoleh medali perunggu. Hal itu menarik minat saya untuk dapat mencapai prestasi seperti yang telah dicapainya. Apalagi pada saat itu, siswa yang tertarik pada bidang kimia masih sedikit jumlahnya di sekolah saya. Saya pun mulai mencoba memperdalam pelajaran kimia. Saya mulai mengikuti lomba-lomba kimia yang diselenggarakan oleh Universitas Tanjungpura Pontianak. Saya juga mencoba mengikuti seleksi untuk mewakili sekolah dalam olimpiade kimia. Hal ini terus berlangsung hingga saya duduk di kelas XII dan akan segera lulus dari bangku SMA.

Saat berada di pertengahan tahun kelas XII, saya dan teman-teman mulai sibuk mengurus kelanjutan pendidikan kami setelah lulus SMA. Pada saat itu, saya sangat bingung mau mengambil jurusan apa dan di universitas mana. Saya pun mulai mencari-cari informasi mengenai jurusan dan universitas yang terbaik di Indonesia. Ketika itu, yang ada di benak saya adalah saya tidak akan masuk ke jurusan teknik, apapun jenisnya, sebab saya tidak menyukai fisika dan menyadari kelemahan saya pada bidang tersebut. Saya pun mulai memilah-milah kemungkinan jurusan yang akan saya ambil dengan mempertimbangkan minat saya yang besar di bidang kimia.

Akhirnya, melalui informasi-informasi dari kakak kelas, saya mengenal adanya jurusan teknologi pangan. Dari namanya, jurusan ini sangat menarik minat saya sebab dalam pikiran saya, saat saya belajar di jurusan ini, yang akan saya pelajari adalam mengenai makanan. Selain itu, saya berpikir bahwa bidang utama dalam jurusan ini pastilah biologi dan kimia. Saya pun semakin gencar mencari informasi universitas-universitas di Indonesia yang menyediakan program studi teknologi pangan.

Di Indonesia, saya mengetahui beberapa universitas yang menyediakan program studi ini. Universitas negeri yang menyediakannya antara lain Institut Pertania Bogor dan Universitas Gajah Mada. Sedangkan beberapa universitas swasta yang menyediakannya seperti Universitas Pelita Harapan, Swiss German University, Universitas Soegijapranata, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, dsb. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100914021558AADPR6e

Saya pun mulai bertanya pada kakak kelas dan guru-guru mengenai universitas terbaik yang menyediakan jurusan teknologi pangan. Saya  mendapat informasi mengenai jurusan ITP di IPB yang merupakan ITP terbaik di ASEAN. Hal ini sangat menarik minat saya untuk dapat masuk ke ITP di IPB. Saya mulai mencari informasi jalur masuk IPB. Dari informasi yang saya dapatkan, saya hanya mengetahui satu jalur yaitu SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Setelah ujian akhir SMA berakhir, saya pun mulai mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mengikuti SNMPTN dan mempelajari bahan-bahan yang akan diujikan.

Tanggal 1 Agustus 2009, hasil SNMPTN pun diumumkan dan saya dinyatakan lolos SNMPTN pada pilihan pertama yaitu jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor.

Institut Pertanian Bogor merupakan salah satu Universitas Negeri terbaik di Indonesia. Di tingkat Asia Tenggara, IPB menempati peringkat 26 http://www.webometrics.info/top100_continent.asp?cont=SE_Asia. Di Indonesia, IPB menempati peringkat 6 nasional http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id.

Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan IPB merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. bahkan pada akhir bulan Juli 2010, departemen ITP IPB telah memperoleh akreditasi dari IFT (Institute of Food Technologist) yang merupakan tempat kumpulan pakar-pakar ilmu dan teknologi pangan di dunia. ITP di IPB merupakan jurusan ITP pertama di luar Amerika Utara yang memperoleh akreditasi ini http://itp.fateta.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=207&Itemid=286.

Hal ini tentunya sangat membanggakan baik bagi segenap keluarga besar ITP IPB, bagi IPB, dan bahkan bagi Indonesia. Hal ini menunjukkan kualitas ITP di IPB yang mampu bersaing dengan universitas-universitas internasional. Akreditasi ini juga membawa keuntungan lain yaitu mahasiswa ITP IPB memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari IFT. Beasiswa internasional ini tentunya akan sangat bermanfaat dalam menambah pengalaman, prestasi, dan kualitas dari lulusan ITP IPB.

Departemen ITP IPB memiliki dosen-dosen dengan kualitas yang tidak diragukan lagi. Dengan 37 dosen bergelar PhD dan 19 bergelar MSc, kualifikasi pengajar di departemen ITP sudah sangat terjamin http://itp.fateta.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=12&Itemid=47